Subscribe RSS
Ujian Iman Jul 10

Jamaah yang dimulikan Allah SWT, tak bosan-bosannya dan tidak selayaknya kita bosan untuk selalu mengucapkan syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kekuatan fisik dan bathiniyah untuk menjalankan kewajiban kita, ibadah jumah.  Karena realitasnya masih banyak saudara kita yang secara fisik tidak sanggup menjalankan kewajiban ini.  Banyak pula saudara-saudara kita yang secara fisik mampu datang, tetapi secara bathiniyyah (dorongan jiwa) tidak tergerak untuk menjalankannya.  Untuk itu marilah kita bersyukur atas karunia ini.  Dan marilah kita selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita, karena hal inilah akan menjaga kemampuan kita secara bathiniyyah dalam menjalankan seluruh kewajiban kita kepada Allah SWT.  Dan janganlah kita meninggalkan dunia ini kecuali dalam keadaan iman dan Islam.

Jamaah jumah yang dimuliakan Allah.  Tidak bisa dipungkiri, ujian keimanan dan ke-Islam-an seseorang memang akan selalu diuji, dan hanya orang-orang yang lulus sajalah yang akan mendapat balasan surga dari Allah SWT.  Allah SWT telah menegaskan akan hal ini sebagaimana FirmanNya:

العنكبوت:

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ (2) وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ (3)

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?. Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللَّهِ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ (البقرة: 214)

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

Begitulah ujian Allah, semakin tinggi tingkat keimanan seseorang, semakin tinggi pula ujiannya.  Di negeri-negeri di mana kaum muslim minoritas, ujian juga selalu mereka dapatkan.  Mari kita tengok gambaran ujian mereka untuk mempertahankan keimanan.

Di Jerman, seorang wanita muslim dibunuh pada tanggal 1 juli 2009 oleh seorang lelaki asal Rusia yang selama anti Islam dan selalu mengganngu wanita tersebut karena mengenakan jilbab.  Eroninya aparat keamanan, sebelum kejadian justru mengingatkan wanita tersebut agar tidak memakai jilbab kalau ingin aman.

Di Cina Polisi telah membunuh 400 warga suku Muslim Uighur di ibukota wilayah Xinjiang,  China, selama kerusuhan etnis di daerah itu.  Dan hingga saat ini, kaum Muslim Uighur masih tertekan dan mendapat perlakuan diskriminatif, baik dari aparat maupun warga non muslim lainnya.

Di Thailand, awal Juni lalu terjajdi penyerangan brutal dengan senapan serbu otomatis yang menewaskan 11 orang dan melukai 19 jamaah Shalat Isya di Masjid Al-Pukon, Distrik Joh AiRong, Narathiwat.   Di India, lebih kurang 2000 muslim dibunuh, diperkosa dan dibakar hidup-hidup dalam kerusuhan di Gujarat India Februari 2002.

Masih banyak kasus serupa yang terjadi, di Palestina, Philipina Selatan, Irak, Checknya, Kashmir dan belahan dunia lain.  Ini adalah sedikit cerita dari banyak kasus ujian yang mengggambarkan perjuangan keimanan saudara-saudara kita.

Jamaah jumah yang dimuliakan Allah.  Apakah kita di negeri yang sepintas aman-tenteram ini kita tidak mendapatkan ujian? Jawabnya: Banyak..!  Kita memang tidak mendapatkan banyak ujian secara fisik, berupa permusuhan dan intimidasi dari pihak non muslim, meskipun di beberapa tempat barangkali itu terjadi.  Tapi coba kita perhatikan, rongrongan secara pemikiran dan kebudayaan telah merasuk sedemikian dahsyat di tengah-tengah umat.  Cara berpakaian, pergaulan dan adab-adab lainnya telah menyerupai budaya yang tidak bersumber dari Islam.  Pemikiran dan aliran-aliran yang menyimpang yang tujuannya menikam Islam dan kaum Muslimin telah begitu gencar masuk dalam lingkungan kaum muslimin.  Banyak kaum muslimin pun sekarang sudah tidak merasa kalau pemikiran dan sikapnya sudah tidak sejalan dengan tuntunan Islam.

Jamaah jumah yang dimuliakan Allah.  Apa yang terjadi di negeri kita seperti ini seseungguhnya merupakan ancaman yang tidak kalah mengerikan dibandingkan pembantaian fisik yang terjadi di negeri-negeri lain.  Kenapa demikian, karena perang pemikiran yang terjadi seperti di negeri kita ini dampaknya tidak hanya menimpa orang yang bersangkutan saja.  Tetapi manakala korban telah terkena serangan, dia akan menjadi agen musuh.  Dia akan membawa pemikiran musuh yang telah menimpa dirinya.  Maka dari itu kita harus waspada akan serangan ini.  Dan ini merupakan ujian keimanan kita.

Jamaah jumah yang dimuliakan Allah.  Bagaimana kita mengukur keberhasilan kita dalam menghadapi ujian ini.  Tidak lain cara menilai apakah kita telah lulus atau tidak adalah kembali kepada ajaran Syariah Allah, apakah kita sudah berjalan sesuai dengan ajaran Islam ataukah belum.

Inilah khutbah singkat, semoga menjadi bahan pencerahan kita untuk melangkah dalam upaya peningkatan keimanan dan ketakwaan kita.

بارك الله فى القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الأياة وذكر الحكيم

أقول قولي هذا لي ولكم ولسائر المسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

Add This! Blinklist BlueDot Connotea del.icio.us Digg Diigo Facebook FeedMeLinks Google Ask.com Yahoo! MyWeb Netscape Netvouz Newsvine reddit Simpy SlashDot StumbleUpon Technorati ThisNext
Kategori: Ke-Islam-an  | Tags: ,
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply » Log in

*