Subscribe RSS
Akibat Liberalisme Dec 05


Lihatlah bagaimana ketika manusia menjalankan praktik-praktik ribawi untuk menopang ekonomi di negeri ini dan juga di negara-negara lain!  Terjadi krisis finansial!  Dan ketika hal ini terus dilakukan, seperti yang kita lihat, krisis berulang selalu terjadi secara siklus.  Mengapa demikian? Karena perputaran ekonomi lebih dominan dijalankan menggunakan sektor non riil, setiap uang yang diinvestasikan tidak secara langsung menghasilkan benda atau jasa yang secara fisik bisa dinikmati oleh orang banyak sebagai lawan bisnis. Uang bertemu dengan uang. Tidak terjadi penyerapan tenaga kerja atau proses produksi. Maka kalau pun perputaran uang begitu besar di bursa saham, misalnya, sama sekali tidak berpengaruh kepada perbaikan perekonomian di tengah-tengah masyarakat

الحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَمَنْ دَعَا إِلَى اللهِ بِدَعْوَةِ اْلإِسْلاَمِ وَمَنْ تَمَسَّكَ بِسُنَّةِ رَسُوْلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحسْاَنٍ اِلى يَوْمِ الدِّيْنِ.  اَمَّا بَعْدُ: أَيُّهَا النَّاسُ، إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقاَتِهِ ولا تموتن إلا وأنتم مسلون.

Jamah Jum’ah yang dimuliakan Allah, marilah kita selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Keimanan tersebut terwujud dalam bentuk keyakinan kita kepada Allah sebagai pencipta yang harus ditaati syariatnya, yakin akan kerasulan para Nabi dan risalahnya, juga terhdapat rukun-rukun iman yang lain. Adapun ketaqwaan kita terwujud dengan ketundukan kita dengan syariatNya, mematuhi perintah-perintahNya dan berjalan menapaki Syariat yang telah dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW.

Hadirin jamaah Jumat yang dimuliakan Allah.  Kita hidup diberi bekal aturan oleh Sang Pencipta Alam, Allah SWT, yang menjamin kelangsungan hidup manusia berjalan secara teratur dan harmonis.  Selama manusia menjalani kehidupan ini mengikuti aturanNya, Insya Allah keteraturan akan selalu didapatkan.  Berbagai permasalahan yang dihadapi saat ini, baik masalah personal maupun masyarakat, tidak lain akibat ulah manusia yang menjalani hidup ini tidak lagi mengikuti garis haluan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Lihatlah bagaimana ketika manusia menjalankan praktik-praktik ribawi untuk menopang ekonomi di negeri ini dan juga di negara-negara lain!  Terjadi krisis finansial!  Dan ketika hal ini terus dilakukan, seperti yang kita lihat, krisis berulang selalu terjadi secara siklus.  Mengapa demikian? Karena perputaran ekonomi lebih dominan dijalankan menggunakan sektor non riil, setiap uang yang diinvestasikan tidak secara langsung menghasilkan benda atau jasa yang secara fisik bisa dinikmati oleh orang banyak sebagai lawan bisnis. Uang bertemu dengan uang. Tidak terjadi penyerapan tenaga kerja atau proses produksi. Maka kalau pun perputaran uang begitu besar di bursa saham, misalnya, sama sekali tidak berpengaruh kepada perbaikan perekonomian di tengah-tengah masyarakat.

Praktik-praktik ribawi dalam perbankan yang dilakukan masyarakat dan terutama juga oleh negara dalam membiayai APBN ketika meminjam ke luar negeri maupun dalam negeri juga merupakan biang krisis hutang yang menjadi beban bagi seluruh masyarakat.  APBN di negeri ini sebagian besar adalah untuk membayar hutang luar negeri. Sebagian cicilan hutang tersebut diperoleh dari hutang luar negeri pula.  Dan lebih eronisnya: cicilan bunga hutang lebih besar daripada cicilan hutang pokoknya.  Menurut Kepada Badan Kebijakan Fiskan Anggito Abimanyu, tahun 2009 cicilan bunga hutang Indonesia sebesar Rp 109,3 trilyun. (http://www.kilasberita.com)

Allah telah mengingatkan kita:

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (275) يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ (276)

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan)  penyakit gila.  Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu  (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa (menghalalkan riba dan tetap melakukannya). (Al Baqarah: 275-276)

Dalam tafsir Depag disebukan: Yang dimaksud dengan memusnahkan riba ialah memusnahkan harta itu atau meniadakan berkahnya. Dan yang dimaksud dengan menyuburkan sedekah ialah memperkembang harta yang telah dikeluarkan sedekahnya atau melipat gandakan berkahnya.

Jamaah Jumah yang dimuliakan Allah.  Contoh lain kasus penyelesaian yang tidak mengikuti aturan Allah adalah kasus pembagian kondom dalam rangka memperingati hari HIV/AIDS sedunia.  Mereka mengira dengan penyebaran brosur tentang HIV/AIDS dan pembagian kondom yang menurutnya agar sex aman, akan mengurangi dampak penularan penyakit menular tersebut.  Padahal ukuran virus HIV 1000 kali lebih kecil daripada ukuran pori-pori kondom.  Dan yang lebih parah lagi, tindakan tersebut mengarah pada pelegalan sex bebas.  Eronisnya, saat ini sosialisasi mengenai pentingnya sex aman (yang salah satunya dengan menggunakan kondom) ini, digiatkan di kalangan remaja melalui lembaga-lembaga swadaya keremajaan.  Orang tidak berpikir lagi besarnya dosa perzinahan, mereka hanya terfokus pada pada sex aman itu sendiri.  Padahal Rasulullah SAW telah mengingatkan:

إذا ظهر الزنا والربا فى قرية فقد أحلوا بأنفسهم عذاب الله (الطبرنى والحاكم)

Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri maka mereka (penguninya) sudah menghalalkan atas mereka sendiri siksaan Allah. (HR. Athabrani dan Al Hakim)

الزنا يورث الفقر (البيهقي والشهاب)

Perzinaan mengakibatkan kemiskinan. HR Al Baihaqi dan Asy Syihab)

Jamah Jumah yang dimuliakan Allah.  Seharusnya kaum muslimin dalam menyelesaikan seluruh permasalahan kehidupan ini kembali kepada aturan Allah SWT, Sang Pencipta,  Dzat yang Mahatahu segala urusan makhluknya.  Permasalahan perekonomian harus diselesaikan dengan Syariat Islam.  Perekomian harus berbasis pada sektor riil, yang hasilnya akan bisa dirasakan oleh masyarkat luas dan berdampak multiplayer effect dalam pertumbuhan ekonomi.  Mata uang harus difungsikan sebagai alat tukar, bukan komoditas perdagangan.  Mata uang harus menggunakan stantard emas dan perak.  Dan negara harus mengelola kekayaan sumber daya alam dengan cara yang Syar’i.  Pertambangan harus dikelola oleh negara untuk kepentingan rakyat, bukan malah diberikan kepada asing.  Hutan harus dekelola oleh negara, bukan oleh swasta yang hasilnya tidak pernah pula dinikmati masyarakat banyak.  Perzinaan harus dihapuskan secara tegas bukan malah dilegalkan.  Begitulah seterusnya.

Semua yang disebutkan di atas adalah aturan Allah yang bisa kita telususi dalil-dalil Syar’i-nya yang wajib kita jalankan dalam kehidupan kita.  Setiap pelanggaran atas aturan ini akan mengkibatkan kesengsaraan hidup di dunia dan di Akhirat.

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى (124) قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا (125) قَالَ كَذَلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَى (126) وَكَذَلِكَ نَجْزِي مَنْ أَسْرَفَ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِآيَاتِ رَبِّهِ وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَشَدُّ وَأَبْقَى (127) أَفَلَمْ يَهْدِ لَهُمْ كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنَ الْقُرُونِ يَمْشُونَ فِي مَسَاكِنِهِمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِأُولِي النُّهَى (128)

Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”.  Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?” Allah berfirman: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamu pun dilupakan”.  Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.  Maka tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka (kaum musyrikin) berapa banyaknya Kami membinasakan umat-umat sebelum mereka, padahal mereka berjalan (di bekas-bekas) tempat tinggal umat-umat itu? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal.  (QS. Thaha: 124-128)

بارك الله فى القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الأياة وذكر الحكيم

أقول قولي هذا لي ولكم ولسائر المسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

الحمد لله هدانا لهذا وما كنا لنهتدي لو لا ان هدانا الله. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهِ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. قال الله بعالى في كتابه الكريم إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَمَنْ دَعَا إِلَى اللهِ بِدَعْوَةِاْلإِسْلاَمِ وَمَنْ تَمَسَّكَ بِسُنَّةِ رَسُوْلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحسْاَنٍ اِلى يَوْمِ الدِّيْنِ.

اَمَّا بَعْدُ: أيها الناس اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ. اَللّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَِلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْن آمَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَّ الرَّؤُوْفُ الرَّحِيْم رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيـَّتِـنَا قُرَّةَ أَعْـيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إنْ نَّسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَ لاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَىالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَ لاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَلَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ. عباد الله إن الله يأمر بالعدل والاحسان وايتائ ذى القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغى يعظكم لعلكم تذكرون. والله يعلم ما تصنعون

Add This! Blinklist BlueDot Connotea del.icio.us Digg Diigo Facebook FeedMeLinks Google Ask.com Yahoo! MyWeb Netscape Netvouz Newsvine reddit Simpy SlashDot StumbleUpon Technorati ThisNext
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

5 Responses

  1. 1
    ahiem 

    Assalamu alaikum wr.wb Bother………
    Ni kunjungan balasan matan Amuntai. Yang punya hum ngga kasih tau di mana ruang tamu, ngisi buku tamu……. yah di sini ai nah baduduk sementara. Wah… aku lawas kada edit2 blog, soalnya hanyar balajar jua pank.
    Kabar baik za kalo leh di subarang tu…. Kami alahamdulillah sehat afiat za. Moga ai kita barataan selalu diberi nikmat sehat afiat, moga bisaterus mengemban amanah masing-masing. Amin.
    O.. ya. Ana sering ngenet di hp za. Plz visit my wapsite: http://aa-ahim.peperonity.com
    Bisa aza di liat di PC.

  2. 2
    ahiem 

    Nah iya am, bacapat2 ada nag nag tasalah katik. Maaf Bro ya. Maksud ana Brother bukan bother. Plz visit my other blog : http://er5484na.blogspot.com

  3. 3
    mukhlas rowi 

    Wa ‘alaikum salam wrwb.
    Alhamdulillah ana dan keluarga sehat wal ‘afiat. Buku tamu dah saya bikin tuh :)

  4. 4
    greencard 

    Is there any information about this subject in other languages?

  5. 5
    mukhlas rowi 

    maybe you can find it in http://www.hizb.org.uk or other hizb ut tahrir link

Leave a Reply » Log in

*